Minggu, 25 Oktober 2026

REDAKSI

ad468x60px

Rakor Kemendagri Bahas Rencana 2.200 Rumah di Papua Pegunungan

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian (Sumber foto: istimewa)

SkemaNusantara.com – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian memimpin rapat koordinasi bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, sejumlah kepala lembaga negara, dan para kepala daerah se-Provinsi Papua Pegunungan di Kantor Kemendagri. Rapat itu membahas penguatan program perumahan rakyat, termasuk rencana pembangunan 2.200 rumah di Papua Pegunungan.

Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pembangunan tersebut direncanakan mencakup 2.000 unit rumah untuk masyarakat dan 200 unit rumah untuk kepala suku. Sejumlah aspek teknis pelaksanaan terus dimatangkan agar program berjalan tepat sasaran.

Pembahasan melibatkan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, Muhammad Yusuf Ateh; Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Sarah Sadiqa; serta Kepala Badan Pusat Statistik RI, Amalia Adininggar Widyasanti.

Usai membahas rencana perumahan di Papua Pegunungan, Tito melanjutkan agenda dengan rapat khusus soal penguatan program gentengisasi. Pembahasan itu menjadi bagian dari dukungan atas arahan Prabowo terkait Indonesia ASRI, yang mencakup Aman, Sehat, Resik, dan Indah.

“Tadi kita baru selesai rapat mengenai masalah program realisasi gentengisasi ya. Saya tahu bahwa salah satu arahan Bapak Presiden adalah agar Indonesia ASRI, aman, sehat, resik, dan indah,” ujar Tito dalam keterangan tertulis, Selasa (29/9/2026).

“Salah satunya indah itu adalah rumah-rumah sebaiknya menggunakan tidak hanya seng,” ujarnya.

Menurut Tito, pemakaian genteng menjadi salah satu cara mewujudkan lingkungan hunian yang lebih nyaman sekaligus memperkuat gerakan Indonesia ASRI. Ia mengapresiasi langkah Menteri PKP Maruarar Sirait yang sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Majalengka, dan Pemerintah Kabupaten Purwakarta.

Daerah-daerah itu diketahui punya sentra produksi genteng yang bisa menopang pelaksanaan program sekaligus membuka peluang penguatan usaha di daerah.

“Sentra genteng salah satunya adalah Jawa Barat. Dan ini Bapak Maruarar Sirait, Menteri PKP, sudah melakukan langkah-langkah merealisasikan arahan dari Bapak Presiden tersebut mengenai gentengisasi, salah satunya di Jawa Barat,” ungkap Tito.

Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait menyebut program gentengisasi berkaitan dengan upaya menaikkan kualitas lingkungan hunian masyarakat. Penguatan sentra produksi genteng, katanya, perlu berjalan seiring peningkatan kualitas produk.

“Dan itu saya sangat mengapresiasi kepada Pemda Jabar dan Pemda Majelengka dan Pemda Purwakarta. Karena kita mau mendukung UMKM, tapi dengan cara mendidik kualitasnya juga harus bagus,” kata Maruarar.

Menurut Maruarar, pengembangan program itu diharapkan memberi efek berganda bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, khususnya di Jawa Barat, sekaligus membuka peluang penguatan industri genteng di daerah lain.

Terpopuler