Minggu, 25 Oktober 2026

REDAKSI

ad468x60px

Politisi PDIP Minta DPR dan Pemerintah Tak Antikritik Pers

SkemaNusantara.com – Anggota Komisi I DPR RI Junico Siahaan meminta pemerintah menjamin keamanan dan pemenuhan hak jurnalis dalam menjalankan tugasnya. Menurutnya, kritik terhadap pemerintah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi sehingga tidak boleh direspons dengan tekanan terhadap insan pers.

Pernyataan itu disampaikan Junico, yang akrab disapa Nico, saat memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari 2026. Ia berharap Presiden Prabowo Subianto dapat memastikan perlindungan bagi jurnalis, dengan tetap mendorong karya jurnalistik yang berimbang.

“Kami meminta Presiden memberikan jaminan bahwa keamanan para jurnalis dilindungi oleh pemerintah,” ujar Nico kepada media di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Senin (9/2/2026).

Nico menilai evaluasi dan kritik melalui pemberitaan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Karena itu, karya jurnalistik yang kritis semestinya disikapi secara bijaksana tanpa disertai upaya menekan atau mengintimidasi insan pers.

Ia juga mendorong pemerintah menggunakan pendekatan humanis apabila terdapat pemberitaan yang dinilai tidak sesuai. Menurutnya, penyelesaian terhadap persoalan pers tidak seharusnya mengedepankan pendekatan represif.

“Evaluasi dan kritik itu hal yang wajar. DPR maupun pemerintah tidak boleh anti kritik,” tegas politikus Fraksi PDI-Perjuangan tersebut.

Selain perlindungan terhadap jurnalis, Nico menyoroti tantangan perkembangan teknologi digital, khususnya penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam produksi informasi. Ia meminta proses rekrutmen sumber daya manusia jurnalistik dilakukan lebih ketat agar teknologi tidak dimanfaatkan oknum untuk kepentingan tertentu yang dapat mencederai karya jurnalistik.

“Lebih hati-hati lagi dalam memilih Sumber Daya Manusia (SDM)-nya, karena perkembangan teknologi yang mungkin hari ini, belum kita atur etikanya seperti Artificial Intelligence (AI),” jelasnya.

Nico menutup pesannya dengan mengingatkan insan pers agar tetap menggunakan kreativitas secara bertanggung jawab di tengah perkembangan zaman. Ia menekankan bahwa kreativitas dalam jurnalistik tetap harus berada dalam koridor norma dan etika profesi.

“Jangan sampai kreatifitas ini melewati batas-batas norma etika jurnalisme,” pungkasnya.

Terpopuler