SkemaNusantara.com – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga menyisir dan menangani jalan berlubang di sejumlah wilayah mulai Senin (23/2/2026). Langkah ini dilakukan untuk mempercepat perbaikan kerusakan jalan sekaligus mencegah kecelakaan lalu lintas.
Instruksi tersebut disampaikan Emil usai menghadiri rapat paripurna di Gedung DPRD Jawa Timur. Ia mengungkapkan, dalam dua hari terakhir telah meninjau sejumlah ruas jalan rusak, termasuk jalur Kasian–Puger di kawasan Kencong, Kabupaten Jember.
“Tim Dinas PU Bina Marga turun ke bawah hari ini untuk menyisir. Janji Ibu Gubernur, 1×24 jam jalan berlubang itu ditangani, itu Bu Gubernur serius,” tegas Emil kepada wartawan.
Terkait kerusakan ruas Kasian–Puger, Emil menjelaskan jalan provinsi tersebut mengalami tekanan kendaraan yang melampaui kapasitas standar, terutama akibat tingginya lalu lintas truk bermuatan berat.
Meski demikian, Pemprov Jatim menghormati kesepakatan masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah kabupaten setempat agar jalur tersebut tidak ditutup total. Perbaikan dilakukan secara bertahap, termasuk menggunakan konstruksi beton pada sejumlah titik.
“Kalau pakai spek standar jalan provinsi, tetap tidak akan bisa menghadapi truk bermuatan seperti itu. Tapi hasil kumpul warga dan pelaku usaha, sepakat jangan ditutup, nanti dicicil perbaikannya. Maka ada yang mulai dicicil dibeton,” jelasnya.
Emil menegaskan, kerusakan jalan berat tidak cukup ditangani melalui tambal sulam. Perbaikan dilakukan secara struktural dengan menggaruk lapisan jalan sedalam 20 hingga 40 sentimeter, mengganti lapisan pondasi agregat kelas A, kemudian menutupnya menggunakan aspal emulsi CPHMA.
“Kondisi lubang itu sudah tidak bisa sekadar tambal. Ini deformasi, jadi kita garuk sedalam 20 sampai 40 sentimeter. Lapisan pondasi agregat kelas A-nya diganti, kemudian baru ditutup dengan aspal emulsi CPHMA,” paparnya.
Selain jalan provinsi, Emil menyoroti kerusakan jalan nasional dari Surabaya hingga Mengkreng. Dari total panjang 92 kilometer, sekitar 10 kilometer mengalami kerusakan, dengan titik terparah sepanjang 4 kilometer di jalur Mojoagung hingga Ring Road Jombang.
Ia menyebut curah hujan tinggi dan belum adanya peremajaan sejak 2017 menjadi faktor yang mempercepat kerusakan ruas tersebut. Untuk mempercepat penanganan, jumlah tim perbaikan jalan nasional ditingkatkan dari lima menjadi sepuluh tim yang bekerja secara simultan.
Dengan penambahan tim tersebut, penanganan ditargetkan mencapai 100 lubang per hari apabila kondisi cuaca mendukung. Pemprov Jatim juga berkoordinasi dengan Kepolisian dan Dinas Perhubungan untuk mengamankan titik kerusakan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
“Hari ini disisir titik mana yang harus diamankan dan mana yang siap ditangani. Sementara masih proses pembongkaran, lalu lintas dibatasi dulu. Jangan sampai kendaraan melintas di atas lubang yang berbahaya,” pungkasnya.



