Minggu, 25 Oktober 2026

REDAKSI

ad468x60px

Dispuspisda Kota Malang Berwajah Baru, Pekan Literasi 2026 Dorong Ngalam Pinter

Malang – Pemerintah Kota Malang memperkuat upaya meningkatkan budaya baca melalui pembenahan fasilitas perpustakaan daerah dan penyelenggaraan Pekan Literasi 2026. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat meresmikan wajah baru Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispuspisda) sekaligus membuka kegiatan literasi tersebut, Rabu (14/10/2026).

Penataan baru Dispuspisda diarahkan untuk menghadirkan ruang baca yang lebih nyaman dan mengurangi kesan formal sebuah kantor pemerintahan. Sejumlah area membaca dirancang dengan tampilan modern dan pemandangan terbuka menghadap jalan raya.

Wahyu mengapresiasi perubahan tersebut sebagai bagian dari implementasi program Ngalam Pinter. Menurutnya, perpustakaan perlu menjadi ruang yang menarik agar masyarakat semakin terdorong untuk membaca.

“Tampilan Dispuspisda Kota Malang kini berwajah baru. Kita meminimalisir kesan kantor yang terlalu formal agar masyarakat bisa membaca lebih nyaman dan khusyuk. Ini wujud implementasi nyata program Ngalam Pinter,” tutur Wahyu.

Pekan Literasi 2026 berlangsung selama tiga hari dengan sejumlah agenda, mulai dari pameran buku, stan kuliner UMKM lokal, hingga diskusi dan bedah buku karya penulis nasional. Rangkaian kegiatan ini diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan sekaligus mendekatkan aktivitas literasi dengan kehidupan sehari-hari.

Dispuspisda Kota Malang saat ini memiliki koleksi sedikitnya 132 ribu judul buku dari berbagai bidang, termasuk pendidikan, teknologi, pertanian, sains, dan novel populer. Pemkot Malang juga mendorong promosi layanan perpustakaan ke instansi pemerintahan, BUMN, BUMD, serta sekolah-sekolah untuk memperluas jangkauan pemustaka.

Selain pembenahan ruang baca, pemerintah kota merencanakan perluasan jam layanan hingga pukul 21.00 WIB pada hari kerja. Layanan khusus pada Minggu juga disiapkan bertepatan dengan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Ijen, dengan waktu pelayanan hingga pukul 12.00 WIB.

“Tubuh menjadi sehat karena berolahraga di CFD, dan pikiran makin cerdas karena membaca di Dispuspisda. Ada dua keuntungan langsung yang didapat warga,” cetus Wahyu.

Kepala Dispuspisda Kota Malang, Yayuk Hermiati, menjelaskan bahwa perpustakaan daerah tidak hanya menyimpan buku modern, tetapi juga merawat warisan literasi sejarah. Saat ini, terdapat 39 koleksi manuskrip atau naskah kuno hibah masyarakat yang dipelihara menggunakan peralatan khusus dan melibatkan tenaga ahli konservasi.

Salah satu agenda pembukaan Pekan Literasi 2026 adalah bedah naskah kuno Mambang Ulung, yang menceritakan rekam jejak awal berdiri madrasah. Sementara itu, puncak kegiatan dijadwalkan pada Jumat (16/10/2026) dengan menghadirkan penulis Dee Lestari untuk membedah bukunya.

“ Hari Jumat (16/10/2026) lusa, puncak Pekan Literasi akan menghadirkan penulis ternama Dee Lestari untuk membedah bukunya,” terang Yayuk.

Untuk mendukung perluasan layanan, Dispuspisda telah berkoordinasi dengan Pj Sekda Kota Malang terkait kebutuhan tambahan personel penjaga dan penyesuaian anggaran operasional kafe literasi. Kedua kebutuhan tersebut direncanakan dapat direalisasikan penuh pada tahun anggaran 2027.

Adapun kunjungan ke Dispuspisda saat ini dilaporkan mencapai sekitar 300 pengunjung luring dan 400 pengunjung daring setiap hari. Dengan pembenahan fasilitas, pengembangan layanan, serta kegiatan literasi, Pemkot Malang berharap perpustakaan semakin mudah diakses dan mampu memperkuat budaya baca masyarakat.

Terpopuler