Malang – Evakuasi satwa menjadi penanganan terbanyak yang dilakukan UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang sepanjang September 2026. Dari total 48 kejadian yang ditangani petugas, sebanyak 28 kasus berkaitan dengan penyelamatan hewan atau sekitar 58 persen dari keseluruhan kejadian.
Kepala UPT Damkar Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, menyebut evakuasi ular mendominasi penanganan satwa dengan 18 kejadian. Selain itu, petugas menangani lima kasus sarang tawon dan lima evakuasi kucing.
Dalam penanganan ular, jenis yang disebut sebagai ular kopi menjadi temuan terbanyak. Petugas mengamankan tujuh ekor ular tersebut. Sementara itu, masing-masing satu ekor ular Kobra Jawa, Python, dan Weling juga dievakuasi.
“Ular kopi menjadi yang terbanyak diamankan, yaitu sebanyak 7 ekor. Disusul masing-masing satu ekor untuk ular Kobra Jawa, Pyton, dan Weling,” kata Pandu.
Menurut Pandu, laporan kemunculan ular banyak berasal dari permukiman yang berada di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) maupun kawasan yang berbatasan dengan perkebunan. Kondisi lingkungan tersebut menjadi salah satu faktor yang meningkatkan potensi perjumpaan satwa liar dengan manusia.
Ular dapat memasuki permukiman untuk mencari mangsa, seperti tikus, ayam, dan burung. Keterbatasan habitat akibat pembangunan serta kemungkinan ular terbawa arus sungai juga menjadi faktor yang perlu diwaspadai.
“Faktor utamanya adalah mencari mangsa seperti tikus, ayam, atau burung. Selain itu, mereka mencari tempat perlindungan karena habitat alaminya semakin terbatas akibat pembangunan, serta ada pula yang terbawa aliran sungai,” ujarnya.
Untuk mengurangi risiko kemunculan satwa liar, masyarakat diimbau menjaga kebersihan rumah dan lingkungan serta tidak merusak ekosistem alami. Warga juga diingatkan memperhatikan kondisi lingkungan di sekitar permukiman, terutama yang berdekatan dengan DAS dan kawasan perkebunan.
Pandu menegaskan, penanganan satwa berbahaya harus mengikuti standar operasional prosedur (SOP) demi menjaga keselamatan petugas, warga, dan hewan yang dievakuasi. Personel Damkar Kota Malang juga telah mendapatkan pendidikan dan pelatihan (diklat) rescue serta menjalani latihan rutin internal di Markas Komando Damkar.
“SOP ini diterapkan untuk menjamin keselamatan seluruh pihak, baik personel yang bertugas, warga di lokasi, maupun satwa yang dievakuasi. Personel kami juga telah dibekali Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Rescue serta latihan rutin internal di Mako Damkar Kota Malang,” pungkas Pandu.



