SkemaNusantara.com, MALANG – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kabupaten Malang menggandeng SMK Ash-Sholihuddin, Kecamatan Dampit, untuk memperkuat edukasi pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Kegiatan bertajuk “Malang Muda Bersih dari Narkoba” tersebut digelar pada Jumat (9/10/2026).
Sosialisasi ini menyasar pelajar SMA/SMK sederajat sebagai kelompok strategis dalam membangun kesadaran terhadap bahaya narkotika. Melalui kegiatan tersebut, pelajar didorong memahami risiko penyalahgunaan narkoba sekaligus memperkuat kemampuan menghadapi pengaruh negatif lingkungan.
Kegiatan ini melibatkan sejumlah unsur, yakni Kepala SMK Ash-Sholihuddin Gebby Maulansyah, S.Pd., S.M., M.M.; Ketua Umum HMI Cabang Kabupaten Malang Fahmi Aziz; Penyuluh Narkoba Ahli Pertama Yusuf Nugraha Aditya, S.E.; serta Kasat Resnarkoba Polres Malang AKP Agus Yulianto, S.H., M.H.
Kolaborasi tersebut menempatkan pencegahan narkoba sebagai tanggung jawab bersama, bukan semata-mata persoalan penegakan hukum. Sekolah, keluarga, organisasi kepemudaan, pemerintah, dan aparat penegak hukum dinilai memiliki peran dalam membangun lingkungan yang mendukung perkembangan generasi muda secara sehat dan produktif.
Ketua Umum HMI Cabang Kabupaten Malang, Fahmi Aziz, menegaskan pentingnya keterlibatan organisasi mahasiswa dalam menjawab persoalan yang dihadapi generasi muda. Edukasi mengenai narkoba, menurut materi kegiatan tersebut, perlu disertai penguatan karakter dan kemampuan pelajar mengambil keputusan yang tepat ketika menghadapi tekanan lingkungan.
“Pencegahan narkoba harus menjadi gerakan bersama. Tidak cukup hanya dengan memberikan peringatan tentang bahayanya, tetapi juga harus dibarengi edukasi yang berkelanjutan, penguatan karakter, ruang aktivitas yang positif, serta pendampingan bagi generasi muda. HMI ingin mengambil bagian dalam membangun kolaborasi agar pelajar Kabupaten Malang memiliki ketahanan diri dan masa depan yang lebih baik,” demikian pesan yang dapat disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Melalui sosialisasi ini, pelajar diharapkan mampu mengenali situasi yang berisiko, memahami dampak penyalahgunaan narkoba, serta mengetahui pihak yang dapat dihubungi ketika menghadapi persoalan terkait narkotika. Guru, orang tua, tenaga profesional, dan pihak berwenang menjadi bagian dari jalur bantuan yang dapat dimanfaatkan.
HMI Cabang Kabupaten Malang juga mendorong agar edukasi tersebut berlanjut melalui pendidikan sebaya, kampanye sekolah bersih narkoba, penguatan kegiatan ekstrakurikuler, serta kerja sama dengan lembaga yang memiliki kompetensi dalam pencegahan dan penanganan narkoba.
Bagi HMI Cabang Kabupaten Malang, upaya tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial organisasi mahasiswa dalam mendukung terbentuknya generasi muda yang berpengetahuan, berintegritas, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Gerakan “Malang Muda Bersih dari Narkoba” diharapkan menjadi awal penguatan sinergi antara dunia pendidikan, organisasi kepemudaan, dan pemangku kepentingan untuk mendorong lingkungan Kabupaten Malang yang lebih sehat, aman, dan produktif.



