Minggu, 25 Oktober 2026

REDAKSI

ad468x60px

Kabut Asap Ganggu Jarak Pandang, Lima Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Tertunda

Suasana kabut asap di Bandara Palembang
Suasana kabut asap di Bandara Palembang (Sumber foto: ANTARA)

SkemaNusantara.com – Kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan, berdampak pada aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Jumat (2/10/2026) pagi. Lima penerbangan mengalami keterlambatan akibat jarak pandang terbatas.

Humas Bandara SMB II Palembang, Nidia Besthonie, membenarkan adanya gangguan jarak pandang terhadap sejumlah penerbangan. Empat penerbangan di antaranya dijadwalkan tiba di Palembang, sedangkan satu lainnya berangkat menuju Jakarta.

“Iya benar, gangguan penerbangan terjadi karena terbatasnya jarak pandang di landasan pacu,” ujarnya, Jumat (2/10/2026).

Kelima jadwal yang terdampak berada pada rentang pukul 06.00 hingga 08.05 WIB. Untuk penerbangan kedatangan, pesawat yang terlambat adalah Citilink 980 rute Jakarta (CGK) menuju Palembang (PLM) yang semula dijadwalkan tiba pukul 07.10 WIB.

Selain itu, Super Air Jet 933 dari Yogyakarta (YIA) menuju Palembang dan Super Air Jet 924 dari Jakarta menuju Palembang yang dijadwalkan tiba sekitar pukul 08.05 WIB. Satu penerbangan lain, Pelita Air 310 dari Jakarta menuju Palembang, seharusnya tiba di Bandara SMB II sekitar pukul 08.00 WIB.

Adapun untuk keberangkatan, penerbangan Citilink 981 rute Palembang-Jakarta yang dijadwalkan berangkat pukul 07.40 WIB juga mengalami keterlambatan.

Nidia memastikan kondisi cuaca dan jarak pandang terus dipantau. Langkah itu dilakukan agar seluruh aktivitas penerbangan tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan.

“Untuk kondisi operasional penerbangan, kami terus memantau perkembangan cuaca dan jarak pandang,” ungkapnya.

Gangguan penerbangan itu terjadi saat kualitas udara di Palembang berada pada level mengkhawatirkan. Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara, konsentrasi partikulat PM10 di Palembang pada Kamis (1/10) tercatat 589. Angka itu kembali naik pada Jumat (2/10) hingga 796, masuk kategori berbahaya.

Kabut asap tebal yang menyelimuti Palembang diduga berkaitan dengan asap kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Sumatera Selatan. Asap yang terbawa angin hingga ke Kota Palembang menurunkan jarak pandang, sehingga tidak hanya mengganggu aktivitas warga di darat tetapi juga operasional penerbangan di Bandara SMB II.

Untuk hari itu, Bandara SMB II Palembang mencatat 48 pergerakan pesawat, terdiri dari 24 penerbangan berangkat dari Palembang dan 24 penerbangan kedatangan.

Terpopuler