Minggu, 25 Oktober 2026

REDAKSI

ad468x60px

Hari Ketiga Kebakaran TPA Jatibarang Semarang, Dua Zona Masih Berapi

Ilustrasi Kebakran Hutan
Ilustrasi Kebakran Hutan (Sumber foto: istimewa)

SkemaNusantara.com – Penanganan kebakaran TPA Jatibarang di Kecamatan Mijen, Kota Semarang, memasuki hari ketiga. Petugas pemadam kebakaran masih menemukan sejumlah titik api di lokasi.

“Kita sudah menangani kebakaran TPA di hari ketiga ini, kebetulan kita fokuskan di zona 1 ini,” kata Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Tantri Pradono, saat ditemui detikJateng di lokasi, Jumat (2/10/2026).

“Yang masih banyak apinya di zona 1 dan 2. Makanya ini harus melibatkan beberapa OPD untuk membantu kami,” imbuhnya.

Tantri membeberkan kesulitan petugas memadamkan api. Angin, katanya, sempat membuat seorang anggota damkar mengalami sesak napas pada malam sebelumnya.

“Kesulitannya terkait dengan asapnya ini. Ketika nyemprot kalau pas menghadap ke asap semalam teman-teman ada yang sesak napas satu anggota kami,” terangnya.

Petugas kesehatan bergerak cepat memberi pertolongan medis. Menurut Tantri, petugas sangat membutuhkan masker khusus.

“Ini kita butuh support masker khusus untuk menangani kebakaran. Nanti kita sampaikan ke Dinas Kesehatan apakah ada masker khusus kepada petugas kami yang melakukan penyemprotan,” tuturnya.

Tantri menyebut pihaknya menargetkan kebakaran bisa diatasi dalam tujuh hari.

“Target kita tujuh hari bisa padam,” pungkasnya.

Pantauan detikJateng di lokasi pada Jumat (2/10) pukul 11.00 WIB, sejumlah unit armada dan truk tangki air masih disiagakan. Petugas pemadam terus berjibaku memadamkan api.

Asap terlihat berwarna putih dan tebal. Angin yang bertiup membuat asap mengarah ke selatan. Bau hangus masih terasa, dan mata terasa perih saat mendekat ke titik asap. Sejumlah ekskavator dikerahkan untuk mengurangi tumpukan sampah.

Sebelumnya diberitakan, TPA Jatibarang terbakar pada Rabu (30/9) pukul 18.00 WIB. Zona yang terdampak meliputi zona 1, 2, dan 3.

“Yang terdampak hampir 10 hektare. Ini upaya kami melokalisir agar tidak menyebar,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Sih Rianung, saat ditemui wartawan di lokasi, Rabu (30/9) pukul 21.40 WIB.

Rianung menyebut kendala utama di lokasi adalah api yang terlalu besar. Karena itu, pihaknya menutup sungai di dekat lokasi sebagai sumber air.

“Kendalanya apinya terlalu besar. Kami tadi juga menggunakan satu alat berat. Sungai itu akan kita bendung dan bawa pompa untuk diambil,” tuturnya.

Menurut Rianung, gas metana sudah mulai berkurang, tetapi titik api di TPA Jatibarang justru menyebar.

“Ini sudah (gas) metananya sudah mulai berkurang tapi titik api tersebar,” ungkapnya.

Sementara itu, Tantri Pradono menerangkan pihaknya berupaya menjaga suplai air agar tidak terputus.

“Proses pemadaman kita yang penting tidak sampai terputus. Kita menggunakan sistem paralel sambil mengambil air dari bawah,” kata Tantri.

Terpopuler