Rabu, 28 Oktober 2026

REDAKSI

ad468x60px

Tim PNM Juara Madiun Robotics Competition 2026, Kalahkan MAN 2 Gresik di Final

Juara 2 MAN 2 Gersik

Madiun – Tim Politeknik Negeri Madiun (PNM) meraih juara pertama dalam Madiun Robotics Competition (MRC) 2026 setelah mengalahkan tim MAN 2 Gresik pada babak grand final. Kompetisi robot transporter tersebut diikuti 24 tim dari 12 institusi pendidikan di Jawa dan Madura.

MRC 2026 berlangsung pada 24–25 Oktober 2026 di Gedung E, Kampus 2 PNM. Ajang ini menjadi kompetisi robotika berskala nasional pertama yang diselenggarakan PNM melalui Program Studi Teknologi Rekayasa Elektronika (TRE), bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa TRE dan Tim PNM Robotik.

Dalam hasil akhir pertandingan, MAN 2 Gresik menempati posisi kedua, disusul Politeknik Negeri Malang di posisi ketiga dan Universitas Airlangga sebagai juara harapan. PNM juga meraih penghargaan Best Strategy, sedangkan Politeknik Negeri Malang memperoleh penghargaan Best Design.

Wakil Direktur Bidang Perencanaan dan Keuangan PNM, Achmad Aminudin, mengatakan penyelenggaraan MRC menjadi langkah baru bagi kampus tersebut. Sebelumnya, PNM lebih banyak berpartisipasi dalam kompetisi robotika yang digelar perguruan tinggi lain, termasuk di Surabaya, Semarang, dan Bandung.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena baru pertama kali ini kita sebagai penyelenggara untuk kegiatan Madiun Robotics Competition. Biasanya kami selalu mengikuti kegiatan-kegiatan yang diadakan di berbagai perguruan tinggi. Sekarang kami mencoba untuk menyelenggarakannya,” ujar Achmad saat pembukaan.

Ketua Pelaksana MRC 2026, Idden Hafizh, menjelaskan kompetisi tahun ini mengusung tema “Memperkenalkan Kota Madiun melalui Robotika dengan Menyorot Ikon Wisata serta Menampilkan Semangat Kota Pendekar”.

Melalui tema tersebut, peserta didorong menghubungkan pengembangan teknologi robotika dengan identitas dan potensi wisata Kota Madiun. Kompetisi ini tidak hanya menguji kemampuan teknis, tetapi juga menjadi ruang bagi peserta untuk menuangkan kreativitas dan inovasi.

Sebanyak 24 tim yang bertanding berasal dari 12 institusi, yakni Politeknik Negeri Malang, Universitas Airlangga, Universitas Trunojoyo Madura, Politeknik Manufaktur Bandung, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, MAN 2 Gresik, SMA Negeri 2 Ponorogo, Universitas Negeri Yogyakarta, Politeknik Negeri Semarang, Politeknik Negeri Madiun, MAN 1 Madiun, dan SMKN 1 Jenangan Ponorogo.

Pertandingan dibagi dalam beberapa tahap dengan sistem bracket. Babak penyisihan berlangsung pada hari pertama, kemudian dilanjutkan dengan babak 16 besar, delapan besar, hingga grand final pada hari kedua. Pada babak delapan besar, panitia menerapkan sistem double elimination.

Kompetisi ini juga mempertemukan peserta dari berbagai jenjang pendidikan. Siswa SMA, SMK, dan madrasah aliyah beradu kemampuan dengan mahasiswa perguruan tinggi dalam arena yang sama.

Ketua Himpunan Mahasiswa TRE PNM, Mohamad Hazbi Putra Susanto, mengatakan persiapan acara menjadi tantangan bagi panitia karena harus dilakukan bersamaan dengan kegiatan perkuliahan. Pembagian tugas dan penyusunan teknis secara bertahap menjadi upaya untuk memastikan kompetisi berjalan sesuai rencana.

PNM berharap MRC dapat diselenggarakan secara rutin dan menjangkau lebih banyak peserta dari berbagai daerah. Melalui ajang ini, pelajar dan mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman berkompetisi sekaligus mengembangkan keterampilan di bidang robotika, elektronika, otomasi, dan kelistrikan.

Terpopuler