Minggu, 25 Oktober 2026

REDAKSI

ad468x60px

Ketua DPRD Dorong Ekonomi Hijau di Kota Malang

Malang – Pengembangan ekonomi hijau di Kota Malang perlu disesuaikan dengan karakter wilayah perkotaan agar pelestarian lingkungan berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, menilai penguatan bank sampah, UMKM, dan inovasi digital menjadi sejumlah peluang yang dapat dikembangkan.

Ia  menyoroti peluang ekonomi dari pelestarian alam melalui pengelolaan ekowisata secara ketat dan perdagangan karbon biru (blue carbon).  Dalam konteks perkotaan, Amithya menilai ekonomi hijau di Kota Malang perlu menyesuaikan dengan karakter daerah sebagai kota pendidikan, pusat industri kreatif, sektor jasa, dan destinasi wisata. Penerapannya dapat diarahkan pada ekonomi sirkular, efisiensi energi, serta digitalisasi lingkungan berbasis pemberdayaan komunitas urban.

Salah satu peluang yang dapat dikembangkan ialah penguatan Bank Sampah Malang (BSM). Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk untuk sektor pertanian dan estetika kota, sedangkan sampah anorganik disalurkan ke industri daur ulang modern.

“Karakter ekonomi masyarakat yang guyub bisa diarahkan pada penguatan Bank Sampah Malang (BSM) yang sudah berbasis komunitas,” ujar Amithya, Minggu (18/10/2026).

Selain pengelolaan sampah, Amithya mengusulkan pengembangan pertanian perkotaan berbasis hidroponik atau akuaponik di lahan sempit kampung kota. Konsep tersebut dapat dipadukan dengan wisata tematik sehingga pengunjung tidak hanya datang untuk berwisata, tetapi juga membeli produk pangan sehat langsung dari warga.

Sektor kafe dan kuliner turut menjadi perhatian karena membutuhkan energi dan air serta menghasilkan sampah dalam jumlah besar. Amithya mengusulkan insentif atau sertifikasi hijau bagi kafe yang menerapkan prinsip tanpa sampah (zero waste), mengurangi plastik sekali pakai, dan mengolah minyak jelantah menjadi biodiesel melalui komunitas lokal.

Ia juga mendorong keterlibatan pelaku industri kreatif, perusahaan rintisan lokal, dan mahasiswa untuk mengembangkan inovasi digital. Salah satu contohnya ialah aplikasi food rescue untuk menjual makanan berlebih dari kafe atau hotel sebelum kedaluwarsa dengan harga lebih murah. Selain itu, platform digital dapat dikembangkan untuk mengintegrasikan pengelolaan logistik sampah.

Dari sisi kebijakan, Amithya menilai DPRD Kota Malang dapat mendorong ekonomi hijau melalui pembahasan anggaran dan pengawasan program. Langkah konkret yang dapat dilakukan mencakup penguatan bank sampah dan usaha daur ulang, pendampingan UMKM agar menerapkan praktik ramah lingkungan tanpa beban biaya berlebihan, serta efisiensi energi di lingkungan pemerintah.

“Kita tidak perlu langsung membuat program besar, tetapi memulai dari hal yang realistis, dievaluasi secara berkala, lalu dikembangkan jika terbukti efektif,” kata Amithya.

Di Kota Malang, penerapan ekonomi hijau perlu disesuaikan dengan karakter perkotaan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat sekaligus mendukung kelestarian lingkungan.

Terpopuler