SkemaNusantara.com, MALANG – Belasan anggota Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Lawang terlibat dalam pembongkaran atap Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Lawang, Rabu (7/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari dimulainya renovasi gereja yang melibatkan sejumlah elemen masyarakat lintas agama.
Gotong royong yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut dilakukan bersama warga dan perwakilan berbagai kelompok masyarakat. Mereka membantu membongkar serta mengevakuasi material lama dari bagian atap bangunan yang akan diperbaiki.
Kegiatan itu berlangsung setelah sarasehan kebangsaan yang mempertemukan tokoh masyarakat dan pemuka lintas agama di Kecamatan Lawang. Sejumlah pihak turut hadir, di antaranya jajaran Muspida Kecamatan Lawang, Pemuda Muhammadiyah Kecamatan Lawang, perwakilan Gereja Katolik, pemuka agama, serta warga sekitar.
Renovasi dilakukan karena kondisi bangunan gereja yang telah berusia cukup lama sehingga membutuhkan perbaikan fisik. Pembenahan tersebut ditujukan untuk mendukung keamanan dan kenyamanan jemaat dalam menjalankan ibadah.
Di balik renovasi tersebut, GKJW Lawang juga memiliki catatan sejarah panjang. Cikal bakal keberadaan gereja ini berkaitan dengan hibah tanah pada 23 Maret 1933 oleh Mas Ajeng Koesminah, perempuan Jawa beragama Kristen yang merupakan janda Franz Louis Hellfach. Hibah itu tercatat dalam dokumen Akta Hibah Tanah dan menjadi bagian dari sejarah awal pelayanan GKJW di Kecamatan Lawang.
Sarasehan kebangsaan yang mengiringi kegiatan gotong royong tersebut juga membahas pentingnya menjaga kehidupan masyarakat di tengah keberagaman. Ahmad, salah seorang pemuka agama Islam setempat, menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki kedudukan dan hak yang sama dalam menjalankan keyakinannya.
“Kita di kacamata konstitusi memiliki kedudukan yang sama serta hak yang sama untuk memilih kepercayaan dan melaksanakan ritual ibadah sesuai keyakinan,” ujar Ahmad.
Ia juga mengingatkan pentingnya komunikasi antarumat beragama untuk mengurangi prasangka akibat perbedaan. Menurutnya, pemahaman terhadap kelompok lain menjadi salah satu cara membangun hubungan sosial yang lebih baik.
“Allah menciptakan manusia yang berbeda-beda agar saling berkenalan dan mengerti, karena manusia cenderung memusuhi sesuatu yang tidak dikenal dan dimengerti dengan baik,” katanya.
Ahmad menilai keterlibatan umat Islam dalam membantu renovasi rumah ibadah umat Kristiani dapat menjadi wujud pengamalan nilai kemanusiaan sekaligus ajaran agama. Ia mengaitkan kegiatan tersebut dengan pentingnya akhlak dan manfaat bagi sesama.
“Rasulullah mengajarkan bahwa manusia yang baik adalah yang berakhlak mulia dan bermanfaat bagi sesama. Maka dari itu kegiatan gotong royong ini selain untuk mengamalkan ajaran Rasul dan melaksanakan perintah Allah, juga dalam rangka dakwah dengan akhlak mulia,” ujarnya.
Keterlibatan GP Ansor bersama elemen masyarakat lainnya dalam renovasi GKJW Lawang menjadi bagian dari praktik gotong royong di tengah keberagaman warga Kecamatan Lawang. Kegiatan tersebut sekaligus menandai dimulainya pekerjaan fisik renovasi gereja.



