Rabu, 28 Oktober 2026

REDAKSI

ad468x60px

20 Finalis Duta Pancasila Kabupaten Malang Dibekali Wawasan Kebangsaan

Malang – Sebanyak 20 finalis Pemilihan Duta Pancasila Kabupaten Malang 2026 mendapat pembekalan wawasan kebangsaan untuk memperkuat pemahaman nilai-nilai Pancasila di tengah tantangan era digital. Materi tersebut disampaikan dalam rangkaian pra-karantina di Aula Polres Malang, Minggu (25/10/2026).

Pembekalan bertajuk “Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara” itu disampaikan Kapten Arh. Roni Hareis Gunawan, Perwira Seksi Intelijen (Pasi Intel) Kodim 0818/Kabupaten Malang-Batu.

Dalam pemaparannya, Roni menekankan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam bersikap dan bertindak, bukan sekadar hafalan atau konsep yang dipelajari secara teoretis.

Menurut dia, derasnya arus informasi, perkembangan teknologi, serta masuknya berbagai pengaruh budaya menjadi tantangan bagi generasi muda dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan. Karena itu, pemahaman ideologi Pancasila perlu diimbangi dengan kemampuan menyaring informasi di ruang digital.

“Sebagai Duta Pancasila Kabupaten Malang, kalian memikul amanah besar untuk menjadi benteng pertahanan ideologi di tingkat tapak. Di tengah derasnya arus disrupsi informasi, kalian harus mampu mengintegrasikan kecakapan literasi digital dengan pemahaman wawasan kebangsaan yang kokoh,” ujar Roni.

Duta Pancasila Didorong Peka terhadap Persoalan Sosial

Selain memperkuat wawasan kebangsaan, para finalis juga mendapat pemahaman mengenai peran generasi muda dalam menjaga ketahanan nasional. Mereka diharapkan memiliki kepekaan terhadap persoalan sosial, termasuk potensi radikalisme, degradasi moral, dan konflik yang dapat memicu perpecahan di masyarakat.

Roni menjelaskan, peran Duta Pancasila tidak cukup hanya ditunjang penampilan dan kemampuan berbicara di depan umum. Para finalis juga perlu menunjukkan karakter, kepedulian sosial, serta kemampuan menjadi teladan dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila.

Pembekalan dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang membahas sejumlah persoalan kebangsaan. Materi diskusi mencakup upaya menjaga toleransi antarumat beragama, memperkuat ketahanan nasional, serta menangkal hoaks yang berpotensi mengganggu persatuan.

“Duta Pancasila memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam merawat toleransi dan menjaga keutuhan NKRI. Melalui pemahaman yang kuat terhadap Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, para finalis diharapkan memiliki kepekaan teritorial, ketahanan mental, serta jiwa kepemimpinan yang berkarakter kebangsaan,” tegas Roni.

Melalui pembekalan tersebut, para finalis diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sekaligus menjadi penggerak di lingkungan masing-masing.

Sinergi TNI, Kepolisian, pemerintah daerah, dan organisasi Duta Pancasila juga diharapkan dapat mendukung lahirnya generasi muda yang berkarakter kebangsaan serta berkontribusi dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), khususnya di Kabupaten Malang.

Terpopuler