Jakarta – Enam pondok pesantren meraih Mandaya Awards 2026 dalam kategori Lembaga Sosial Ekonomi Pesantren Mandiri dan Lembaga Sosial Ekonomi Pesantren Rintisan. Kementerian Agama (Kemenag) berharap capaian tersebut menjadi contoh pengembangan kemandirian ekonomi yang dapat diterapkan pesantren lain di Indonesia.
Direktur Jenderal Pesantren, Basnang Said, mengatakan penghargaan tersebut menjadi momentum untuk memperluas praktik baik pengelolaan lembaga sosial ekonomi di lingkungan pesantren. Pada 2026, pesantren untuk pertama kalinya masuk dalam kategori Mandaya Awards.
“Kami berharap pesantren yang mendapatkan Mandaya Awards tidak berhenti hanya untuk keberhasilan di lingkungan internal pesantren atau masyarakat sekitar, melainkan menjadi rujukan, model, serta dapat direplikasi oleh pesantren lain di seluruh Indonesia,” ujar Basnang.
Tiga pesantren menerima penghargaan dalam kategori Lembaga Sosial Ekonomi Pesantren Mandiri, yakni Pondok Pesantren Sunan Drajat di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur; Pondok Pesantren Al Ittifaq di Kabupaten Bandung, Jawa Barat; serta Pondok Pesantren As’adiyah Pusat di Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.
Sementara itu, kategori Lembaga Sosial Ekonomi Pesantren Rintisan diberikan kepada Pondok Pesantren Raudhatul Irfan di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat; Pesantren Pelajar Mahasiswa (PPM) Aswaja Nusantara Mlangi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta; serta Pondok Pesantren Al-Ibrohimy Galis di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.
Direktur Pemberdayaan Pesantren, Yusi Damayanti, mengungkapkan partisipasi pesantren dalam ajang tersebut belum maksimal. Salah satu kendalanya adalah waktu penyampaian informasi yang relatif singkat sebelum penutupan pendaftaran, sedangkan peserta harus melengkapi sejumlah dokumen persyaratan.
Meski demikian, ia menilai keberhasilan enam pesantren tersebut menjadi capaian yang membanggakan dan berharap lebih banyak pesantren dapat berpartisipasi pada penyelenggaraan berikutnya.
“Kami berharap tahun depan semakin banyak pesantren yang berpartisipasi dalam Mandaya Awards ini,” kata Yusi.
Kemenag berharap penghargaan tersebut dapat mendorong pesantren meningkatkan pengelolaan usaha dan mengembangkan lembaga sosial ekonomi yang memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat. Pengalaman pesantren penerima penghargaan diharapkan menjadi bahan pembelajaran bagi lembaga lain, baik yang telah mandiri maupun yang masih merintis kegiatan ekonominya.



