SkemaNusantara.com – Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong penguatan kepemimpinan dan partisipasi perempuan dalam politik saat bertemu Ketua Parlemen Azerbaijan Sahiba Gafarova di sela Sidang Umum ke-153 Inter-Parliamentary Union (IPU) di Arusha, Tanzania, Kamis (8/10/2026).
Pertemuan tersebut berlangsung menjelang pemilihan Presiden IPU periode 2026–2029 yang digelar pada Jumat (9/10/2026). Puan menyatakan akan hadir langsung dalam proses pemilihan sebagai bentuk dukungan DPR RI terhadap forum parlemen dunia tersebut.
“Saya akan hadir langsung di hari pemilihan Presiden IPU periode 2026-2029. Kehadiran saya adalah bentuk dukungan pribadi dan lembaga parlemen Indonesia terhadap proses pemilihan Presiden IPU ini,” ujar Puan dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria di Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Dalam pertemuan dengan Gafarova, Puan membahas hubungan bilateral Indonesia–Azerbaijan, termasuk kerja sama antarlembaga parlemen yang telah terjalin sejak 2012. Kedua negara juga aktif berinteraksi melalui sejumlah forum internasional, seperti Persatuan Parlemen Negara Anggota OKI (PUIC), parlemen Gerakan Non-Blok (GNB), dan Majelis Parlemen Asia (APA).
Puan mengapresiasi dukungan Azerbaijan terhadap posisi Indonesia dalam berbagai forum internasional, termasuk terkait Gerakan Non-Blok dan isu Palestina. Ia menilai hubungan kedua negara perlu diperkuat melalui kerja sama yang lebih konkret.
“Saya mencatat dukungan aktif Azerbaijan terhadap posisi Indonesia di berbagai forum internasional, termasuk dalam konteks GNB dan isu Palestina,” tutur politisi Fraksi PDI Perjuangan tersebut.
Sebagai sesama perempuan yang memimpin parlemen, Puan menekankan pentingnya memperluas kesempatan perempuan untuk terlibat dalam politik dan berbagai sektor kehidupan. Ia mendorong pertukaran kapasitas legislator, khususnya perempuan, serta riset bersama mengenai isu iklim dan energi.
“Kita berdua adalah Ketua Parlemen perempuan sehingga merupakan tanggung jawab kita untuk membina kepimpinan politik perempuan dan partisipasi perempuan di semua sektor dan tingkatan,” kata Puan kepada Gafarova.
Ia juga mengajak Azerbaijan terus bekerja sama dengan Indonesia dalam memperjuangkan isu Palestina, reformasi tata kelola global, dan kerja sama Selatan–Selatan. Di tingkat bilateral, Puan berharap kedua pemerintah mempercepat finalisasi dan implementasi nota kesepahaman di sektor industri, kebudayaan, dan energi terbarukan.
Selain bertemu Gafarova, Puan menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Senat Thailand, Mongkol Surasajja. Dalam pertemuan itu, ia mendorong penguatan hubungan DPR RI dan Majelis Nasional Thailand melalui pertukaran antarkelompok persahabatan serta komisi-komisi parlemen yang memiliki kepentingan serupa.
Puan juga menyoroti pentingnya ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) sebagai wadah memperkuat kerja sama parlemen kedua negara. Menurutnya, Indonesia dan Thailand perlu berkontribusi memastikan AIPA mendukung sentralitas ASEAN, menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan, serta mendorong pembangunan inklusif.
Ia menegaskan bahwa penguatan ASEAN tidak hanya bergantung pada kerja sama antarpemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif parlemen dan masyarakat. Melalui forum regional maupun multilateral seperti IPU, kedua negara diharapkan dapat meningkatkan koordinasi dalam isu multilateralisme, perdamaian, dan pembangunan berkelanjutan.
Dalam rangkaian Sidang Umum ke-153 IPU tersebut, Puan didampingi Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Irine Yusiana Roba Putri, anggota Komisi XII DPR RI Shanty Alda Nathalia, serta Duta Besar RI untuk Tanzania Tri Yogo Jatmiko.
Irine menyatakan kehadiran Puan dalam pemilihan Presiden IPU merupakan bentuk dukungan terhadap proses pemilihan dan solidaritas kepada para kandidat.
Dalam pemilihan yang berlangsung di Arusha pada Jumat (9/10/2026), Ketua DPR Australia Milton Dick terpilih sebagai Presiden IPU periode 2026–2029. Ia memperoleh 182 suara atau 56 persen dari total suara, mengungguli Sahiba Gafarova yang meraih 124 suara atau 38 persen dan Rojo Edwards Silva yang memperoleh 21 suara atau 6 persen.



