Rabu, 28 Oktober 2026

REDAKSI

ad468x60px

BEM PTNU Siap Kawal Transformasi Digital PBNU, Dorong Santri Kuasai Teknologi

chmad Baha'ur Rifqi Presidium Nasional BEM PTNU Se-Nusantara

Jakarta – Presidium Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) Se-Nusantara menyatakan kesiapan mengawal transformasi digital Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang digagas Wakil Ketua Umum PBNU, Irfan Wahid atau Gus Ipang. Dukungan tersebut mencakup pengembangan talenta santri, literasi teknologi, kewirausahaan digital, hingga pembaruan komunikasi dan budaya NU agar lebih dekat dengan generasi muda.

BEM PTNU menilai gagasan di bidang digital, budaya, dan komunikasi itu menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan keterikatan generasi muda terhadap NU. Berdasarkan data Alvara Research (2026) yang dipaparkan Gus Ipang dalam bahan rilis, afiliasi Generasi Z terhadap NU mencapai 51,8%. Sementara itu, sebanyak 46% Gen Z mempelajari agama melalui media sosial, tetapi 54% di antaranya tidak mengikuti akun tokoh agama. Data tersebut dinilai menjadi tantangan bagi NU untuk menghadirkan pendekatan dakwah yang lebih relevan dengan kebiasaan generasi muda.

Presidium Nasional BEM PTNU Se-Nusantara, Achmad Baha’ur Rifqi, juga menyoroti persoalan pemetaan potensi dan karier generasi muda. Dalam bahan yang disampaikan, disebutkan 92% siswa SMA kebingungan menentukan karier dan 87% mahasiswa merasa salah jurusan. Karena itu, BEM PTNU mengapresiasi program Paspor-Talent Santri berbasis TalentDNA yang diuji coba di Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY), Tebuireng, Jombang. Hasil pemetaan awal yang dipaparkan menunjukkan 270 mahasiswa memiliki pola talenta “Nelayan”, meskipun kampus tersebut tidak memiliki program studi perikanan.

Selain pemetaan talenta, BEM PTNU mendukung pengembangan Madrasah Teknologi Informasi dan Santri Digipreneur. Program tersebut mencakup pelatihan kecerdasan buatan (AI) generatif, coding, literasi digital, hingga live commerce. BEM PTNU berharap ribuan mahasiswa perguruan tinggi NU dapat terlibat dalam 12 tema bulanan Madrasah TI serta mendaftarkan inisiatif usaha mereka melalui program Santri Digipreneur untuk memperkuat kemandirian ekonomi.

Di bidang komunikasi dan budaya, BEM PTNU menilai program Digital Media Community Development (DMCD) dapat menjadi sarana pembaruan pendekatan dakwah NU. Gagasan seperti Hype-Tahlil dan Shalawat Lo-Fi, Kampung Aswaja Digital, serta Cyber Cultural & Aswaja Content Hub dinilai berpotensi menghadirkan konten keagamaan yang lebih dekat dengan keseharian Gen Z. BEM PTNU juga menyatakan kesiapan menjadi penghubung antara kreator muda NU, media arus utama, dan homeless media melalui ekosistem Halaqah Media Digital NU.

BEM PTNU turut mengapresiasi rencana penguatan inklusi dengan mengintegrasikan isu disabilitas ke dalam kanal komunikasi PBNU serta memperkuat jaringan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) di luar negeri. Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun ekosistem komunikasi NU yang inklusif, menjangkau kelompok marginal, dan memiliki jejaring global.

Meski mendukung gagasan tersebut, BEM PTNU menegaskan apresiasinya tidak menghilangkan fungsi kritis mahasiswa. Organisasi itu meminta transparansi pelaksanaan, prosedur operasional standar (SOP) yang jelas, serta indikator kinerja utama atau key performance indicators (KPI) yang terukur. Menurut BEM PTNU, mekanisme evaluasi diperlukan agar pelaksanaan program dapat dipantau dan manfaatnya dinilai secara konkret.

Sebagai bentuk komitmen, BEM PTNU Se-Nusantara menawarkan diri menjadi mitra strategis PBNU dengan menjadikan kampus sebagai laboratorium pelaksanaan program. Kader mahasiswa menyatakan kesiapan terlibat sebagai relawan pemeriksa fakta untuk menangkal hoaks dan deepfake, fasilitator lokal, hingga penggerak inkubasi usaha di wilayah masing-masing. Keterlibatan tersebut diharapkan sejalan dengan rencana aksi 90 hari pertama transformasi digital.

BEM PTNU berharap gagasan Gus Ipang tidak berhenti sebagai perencanaan, tetapi diwujudkan melalui kolaborasi PBNU, perguruan tinggi, mahasiswa, dan komunitas kreatif. Organisasi mahasiswa tersebut menilai penguasaan teknologi, penguatan talenta, serta pembaruan komunikasi dan budaya menjadi bagian penting dalam menjaga relevansi NU di tengah perubahan perilaku generasi muda.

*) Achmad Baha’ur Rifqi Presidium Nasional BEM PTNU Se-Nusantara

Terpopuler