Rabu, 28 Oktober 2026

REDAKSI

ad468x60px

BEM PTNU Se-Nusantara Salurkan Air Bersih ke Sejumlah Daerah, Total Disebut Capai 1 Juta Liter

Relawan BEM PTNU Se-Nusantara bersama masyarakat berfoto di depan truk tangki dalam kegiatan penyaluran bantuan air bersih.

Jakarta – Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) Se-Nusantara menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah di Indonesia selama 22–28 Oktober 2026. Gerakan bertajuk Bakti untuk Negeri ini melibatkan Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Gus Gudfan Arif, untuk membantu masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses air bersih.

Berdasarkan rekapitulasi penyelenggara, total bantuan yang disalurkan diklaim mencapai 1.008.000 liter dalam sepekan. Distribusi menjangkau sejumlah daerah di Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga Madura.

Presidium Nasional BEM PTNU Se-Nusantara, Achmad Baha’ur Rifqi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk pengabdian mahasiswa dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, terutama di wilayah yang menghadapi persoalan kekeringan.

“Bakti untuk negeri bukan sekadar slogan, melainkan tanggung jawab moral untuk hadir di tengah masyarakat. Penyaluran air bersih ini merupakan wujud kepedulian terhadap kebutuhan dasar warga, sekaligus pengingat bahwa persoalan kekeringan dan karhutla membutuhkan perhatian serta kerja bersama yang berkelanjutan,” ujar Achmad.

Distribusi dimulai pada 22 Oktober dengan penyaluran 150.000 liter air bersih ke wilayah Tuban–Bojonegoro, Jawa Timur, serta 75.000 liter ke Cilacap–Banyumas, Jawa Tengah.

Sehari kemudian, bantuan disalurkan ke Ketapang, Kalimantan Barat, sebanyak 120.000 liter dan Gunungkidul–Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sebanyak 350.000 liter. Pada 24 Oktober, distribusi berlanjut ke Karawang sebanyak 5.000 liter dan Cianjur sebanyak 25.000 liter, keduanya di Jawa Barat.

Pada 25 Oktober, sebanyak 16.000 liter air bersih disalurkan ke Jepara, Jawa Tengah, dan 38.000 liter ke Jambi. Berikutnya, pada 26 Oktober, distribusi menjangkau Sumatera Selatan sebanyak 150.000 liter, Lampung 8.000 liter, serta Blora, Jawa Tengah, sebanyak 15.000 liter.

Penyaluran berlanjut ke Madura pada 27 Oktober dengan volume 30.000 liter. Rangkaian kegiatan ditutup pada 28 Oktober melalui distribusi 6.000 liter air bersih ke Kalimantan Tengah.

Achmad menegaskan, penanganan kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membutuhkan upaya berkelanjutan. Menurutnya, bantuan darurat perlu diiringi kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, perlindungan sumber air, serta kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.

“Sinergi PBNU dan mahasiswa perlu terus diperkuat agar pengabdian tidak berhenti pada bantuan sesaat. Kami ingin semangat gotong royong ini berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang membantu masyarakat menghadapi persoalan air bersih, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, dan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, BEM PTNU Se-Nusantara mendorong keterlibatan mahasiswa dalam aksi sosial dan kemanusiaan. Kolaborasi dengan PBNU diharapkan memperluas jangkauan pengabdian serta memperkuat semangat gotong royong dalam membantu masyarakat yang membutuhkan akses air bersih.

Terpopuler